News Kawaca TV
Tonton
wb_sunny

Breaking News

Deklarasi Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM)

Deklarasi Komunitas Jagat Sastra Milenia (JSM)

PRESS RELEASE
DEKLARASI PENDIRIAN KOMUNITAS
JAGAT SASTRA MILENIA



Berawal dari berkumpulnya enam penyair perempuan yang memiliki kesamaan visi untuk membuat rumah belajar bersama dalam rangka ikut serta memajukan kesusastraan Indonesia, maka muncul gagasan mendirikan sebuah komunitas sastra yang sanggup mewadahinya. Keenam penyair perempuan tersebut adalah Nunung Noor El Niel (Denpasar), Emi Suy (Jakarta), Yoevita Soekotjo (Jakarta), Rissa Churria (Bekasi), Veronika Ninik (Jakarta), serta Neni Yulianti (Cirebon). Dalam perjalanan mematangkan gagasan tersebut, mereka mengajak pengamat ekonomi digital dan ekonomi kreatif sekaligus aktivis sastra, Riri Satria, untuk ikut serta mewujudkan gagasan tersebut. Dengan pengalamannya konsultan manajemen, Riri diharapkan mampu memformulasikan rancangan organisasi yang pas untuk tujuan ini.

Gagasan terus didikusikan, dan akhirnya disepakati untuk memberikan nama “Jagat Sastra Milenia” kepada komunitas sastra yang baru ini. Nama ini mengandung makna bahwa ini adalah sebuah wadah untuk bersastra, sebagai rumah belajar bersama para penulis sastra untuk terus berkarya, serta ikut memanfaatkan kemajuan teknologi digital dalam aktivitaskan. Kemudian untuk mewujudkan proses pembelajaran tersebut, diajak penyair Sofyan RH Zaid untuk ikut berperan serta. Sofyan diharapkan menyusun dan menjalankan program pembelajaran pada komunitas ini untuk tumbuh kembang bersama. Dengan masuknya Sofyan RH Zaid, maka bersama Riri Satria, mereka adalah dua laki-laki yang berada dalam barisan pendiri atau deklarator komunitas, di mana enam lainnya adalah para penyair perempuan.

Para pendiri komunitas atau deklarator lengkap berdasarkan abjad adalah: (1) Emi Suy, (2) Neni Yulianti, (3) Nunung Noor El Niel, (4) Riri Satria, (5) Rissa Churria, (6) Sofyan RH Zaid, (7) Veronika Ninik, serta (8) Yoevita Soekotjo.
Logo Jagat Sastra Milenia terdiri dari tiga komponen, yaitu pena bulu ayam berwarna merah, buku, serta teknologi cloud di internet berwarna biru. Pena bulu ayam berwarna merah melambangkan aktivitas menulis yang lentur namun penuh keberanian. Sementara itu buku melambangkan keabadian karya, ilmu pengetahuan, dan pembelajaran. Sedangkan teknologi cloud di internet yang berwarna biru melambangkan kemajuan teknologi digital yang menghubungkan pelosok dunia, yang saat ini juga sudah memasuki dunia sastra. Dengan demikian, logo ini mengatakan bahwa komunitas Jagat Sastra Milenia itu merespon kondisi sosial masyarakat dan lingkungan hidup dengan menyuarakannya melalui tulisan dengan penuh keberanian dan tanggung jawab, berdasarkan ilmu pengetahuan, terus menerus belajar dan mengabadikan pemikiran lewat karya, serta tidak takut menghadapi disrupsi teknologi, bahkan memanfaatkan teknologi dalam aktivitas sastra.

Visi komunitas Jagat Sastra Milenia adalah menjadi rumah belajar dan berkarya bersama dalam upaya memajukan kesusastraan Indonesia. Untuk mewujudkan visi tersebut, dilakukan dalam beberapa jalan yang menjadi misi komunitas ini, yaitu: (1) membuat program pengembangan kemampuan menulis sastra, (2) melakukan pembinaan khusus untuk penulis pemula, (3) menyelenggarakan forum diskusi, (4) penerbitan karya dalam bentuk buku dan lainnya, (5) memanfaatkan kemajuan teknologi digital dan internet dalam aktivitasnya, serta (6) menjalin kerja sama dengan berbagai komunitas dan organisasi lainnya di dalam dan luar negeri.

Komunitas ini menggunakan media sosial Facebook dan WhatsApp untuk diskusi harian. Sementara itu untuk publikasi secara digital untuk sementara memanfaatkan Fanpage Facebook, sambil menyiapkan sebuah situs atau website sendiri. Di samping menerbitkan secara cetak kertas, komunitas ini juga akan dalam menerbitkannya dalam bentuk digital, seperti e-book dan e-journal.

Saat ini, untuk sementara Riri Satria ditunjuk sebagai ketua komunitas dengan wakilnya Nunung Noor El Niel, sekretariat dikelola oleh Veronika Ninik berlokasi di Condet, Jakarta, bendahara dijabat oleh Emi Suy, program kegiatan komunitas dikelola Rissa Churria, serta program pengembangan kompetensi dan publikasi dipercayakan kepada Sofyan RH Zaid.

Demikianlah, terima kasih.


Minggu, 4 Oktober 2020

Tags

GRATIS BERLANGGANAN

Dengan berlangganan, kamu tidak akan ketinggalan postingan terbaru Kawaca setiap harinya.

Next
This is the most recent post.
Previous
Older Post