News Kawaca TV
Tonton
wb_sunny

Breaking News

Puisi Pilihan Arkitan Dahhan

Puisi Pilihan Arkitan Dahhan


SEBUAH PAGI

Terdampar di sebuah pagi.
Laut tak segera surut
dan darat mulai karat.

Tak ada yang mesti pergi
atau kembali. Untuk memaknai
sebuah peristiwa

Berangkat dalam rahasia,
kembali dalam rahasia.

Sebab tak ada mimpi yang perlu diperjuangkan
habis-habisan. Menyesal berlebihan
tiap masa yang busuk kemarin.

Sebab kita cukup mampu
di semua selat bersatu
dengan yang kita cintai.

Madura, 2014



DI HUTAN KATA

Di hutan kata,
aku seekor burung
lupa pohon juga sarang.

Terbang
dari batas ke batas hutan. Mencari riang
hilang dalam sebuah kebebasan.

Jika pun aku harus tertembak
pada sebuah lelah
dengan ketapel anak-anak di pagi tua.

Tak setetes darah dan
sehelai bulu pun kubiar jatuh
tanpa kenangan.

Yogyakarta, 2014



BAKA

Waktu yang terbuang dari ruang
dan ruang yang terbuang dari waktu,
satu dalam diri

kita yang menunda penderitaan
kelelawar hitam terbang ke kelam
tak bakal tua dan binasa

Yogyakarta, 2014


Arkitan Dahhan, lahir di Nyabakan Timur, Sumenep tahun 1992. Setelah menamatkan pendidikannya di Madrasah Miftahul Ulum Batang-Batang, dia kuliah jurusan Psikologi, UP’45 Yogyakarta. Arkitan adalah salah satu anak muda yang sangat mencintai puisi. Dia seakan benar-benar tak bisa hidup tanpa puisi. Selama hidupnya, ke mana dia pergi selalu membawa buku atau kertas bertulis puisi. Puisi-puisinya sempat dimuat sejumlah media massa. Pada hari Selasa, 23 Juni 2015, Arkitan meninggal dunia di usianya yang ke-23 tahun sebab penyakit TBC. Hari kematiannya itu adalah hari di mana sebulan lagi dia akan melangsungkan pesta pernikahan sebab undangannya telah tersebar.



Tags

GRATIS BERLANGGANAN

Dengan berlangganan, kamu tidak akan ketinggalan postingan terbaru Kawaca setiap harinya.