News Kawaca TV
Tonton
wb_sunny

Breaking News

8 Pola Hidup Modern yang Berbahaya

8 Pola Hidup Modern yang Berbahaya

8 Pola Hidup Manusia Modern yang Berbahaya

KAWACA.COM | Di zaman posmodernitas ini tidak sedikit orang yang terjangkit sindrom modernitas. Mereka menganggap segala hal yang tidak sesuai dengan life style modern dianggap kuno dan terbelakang, termasuk tren hidup kembali ke alam (back to nature), yaitu hidup dengan pola konsumsi makanan dari buah dan sayuran segar.

Padahal jika kita jujur, ada banyak sampah-sampah atau racun peradaban posmodernitas gaya hidup modern yang justru mempercepat kematian manusia modern dengan adanya berbagai macam penyakit modern. 


Coba kita renungkan pola hidup modern dewasa ini yang tidak menguntungkan pada kesehatan sama sekali, seperti:


1. Miras (Minuman Keras)

Dewasa ini tidak sedikit yang kecanduan pada miras alias minuman keras. Minuman beralkohol dapat merusak hati dan pankreas, padahal kedua organ tersebut sangat penting untuk pencernaan dan metabolisme tubuh. Miras juga dapat merusak saluran usus dan memengaruhi penyerapan zat-zat gizi, seperti vitamin B kompleks, vitamin A,
dan vitamin C serta bisa menyehabkan gejala-gejala kurang gizi. Alkohol memengaruhi penyediaan, penyerapan, dan metabolisme zat-zat gizi. Apabila tubuh sudah miskin gizi, maka tubuh bakal menjadi surganya penyakit. 

2. Merokok

Merokok, apalagi sampai berlebihan atau kecanduan, dapat mengganggu kesehatan tubuh karena pada perokok kebutuhan vitamin C akan meningkat. Paling sedikit kebutuhan vitamin C pada pecandu rokok adalah 30 persen lebih banyak daripada orang yang tidak merokok.

Vitamin C yang terdapat pada makanan bukan nabati yang dikonsumsi perokok akan teroksidasi dengan cepat. Apalagi jika perokok tidak menyukai buah atau sayuran, niscaya bakal lebih cepat lagi teroksidasi. Jika demikian adanya, hidup si

perokok pasti akan kian jauh dari sehat. Karena vitamin C sangat penting untuk
menjaga kekebalan tubuh. Sedangkan rokok bisa menggerus daya guna vitamin C
dalam tubuh. 

3. Kopi dan Teh
Kebiasaan meminum kopi dan teh yang terlalu panas atau mengonsumsi makanan yang menebahkan iritasi seperti kopi, teh, atau acar serta rempah-rempah yang berlebihan dapat menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan. Akibat selanjutnya akan terjadi penurunan dalam pengambilan cairan pencernaan dan pemisahan vitamin maupun mineral dari makanan. Kopi, teh, dan berbagai jenis makanan yang menyebabkan iritasi sangat tidak menguntungkan bagi kesehatan tubuh.

4. Obat Pencahar

Sebab ada masalah dengan BAB, manusia modern lebih memilih menelan obat pencahar daripada mengkonsumsi banyak buah dan sayuran tinggi serat. Padahal, dia tahu bahwa obat pencahar akan menyingkatkan waktu transit makanan di usus. Penggunaan obat pencahar yang berlebihan akan menghasilkan penyerapan vitamin dan mineral makanan menjadi kurang baik. Lebih daripada itu, obat pencahar yang digunakan secara berlebihan dapat mengakibatkan hilangnya mineral, seperti kalium, natrium, dan magnesium dalam jumlah besar.

5. Makanan Instan
Dengan dalih karena kesibukan padat atau agar tidak disebut ketinggalan zaman maka manusia modern lebih memilih gaya makan dengan menu makanan serba instan. Sering mengonsumsi makanan instan berdampak negatif terhadap kesehatan tubuh. 

Hal ini karena makanan instan kebanyakan mengandung pengawet, pewarna, pemberi rasa, pemanis buatan tinggi yang berbahaya bagi tubuh, Pola makan seperti itu bisa menjadi pemicu timbulnya berbagai penyakit degeneratif seperti tekanan darah tinggi, diabetes mellitus, jantung koroner, stroke, obesitas, kanker bahkan depresi atau stres. Menurut sejumlah riset, daftar penyakit tersebut, paling banyak dijumpai dalam makanan instan manusia modern.


6. Menimbun (Bahan) Makanan

Adanya kulkas, membuat manusia modern berpikir, bisa beli (bahan) makanan sebanyak mungkin, mumpung lagi sempat belanja, dan mudah mengambilnya saat butuh. Padahal pembekuan makanan yang mengandung vitamin E dapat mengurangi kandungannya dengan drastis ketika dicairkan. Juga makanan yang mengandung vitamin F. yang terkena langsung pada panas dan udara dapat berubah menjadi tengik. Beragam sumber vitamin E yang dijumpai seperti roti dan minyak, sekarang sudah banyak diproses untuk rekayasa. Jadi kandungan vitamin E di dalamnya sudah banyak berkurang atau bahkan sudah hilang. Vitamin E adalah antioksidan yang memertahankan kerusakan akibat oksidasi pada seluruh jaringan tubuh.

Memang benar makanan yang dimasukkan ke dalam kulkas atau alat pendingin lainnya dapat menambah ketahanan makanan, namun menyimpan makanan di alat pendingin dapat mengurangi kandungan gizinya, bahkan melenyapkannya. Vitamin lain yang dapat hilang karena proses pengawetan makanan adalah vitamin Bi, dan vitamin C.


7. Kurang Sinar Matahari

Pada keadaan yang dipacu dengan kesibukan kerja pada perkantoran sudah barang tentu kurang mendapatkan sinar matahari. Orang yang kurang terkena sinar matahari dapat menderita kekurangan vitamin D yang sangat diperlukan untuk metabolisme kalsium. Kekurangan vitamin D dan kalsium dapat mengakibatkan penyakit rakits atau kerapuhan tulang, ostecopurosis atau pengcroposan tulang, serta radang sendi. 

Sinar ultra violet adalah perangsang pembentukan vitamin D di dalam kulit. Akibatnya,

orang yang jarang terkena sinar matahari rentan terhadap penyakit tersebut. Penambahan vitamin D dapat mengurangi risiko terkena penyakit itu. Penambahan maksimal yang dianjurkan setiap harinya sekitar 490 IU.

8. Suplemen Kesehatan

Manusia modern dalam memilih makanan lebih berpijak pada segi visual dan rasa daripada kandungan zat gizinya. Akibatnya terjadi kekurangan zat gizi atau komponen aktif nonnutrisi yang sangat diperlukan tubuh. Apalagi sekarang ini sangat gencar promosi bermacam-macam suplemen kesehatan yang konon berkhasiat meningkatkan energi vital serta sumber vitamin dan mineral yang lengkap. 

Suplemen kesehatan atau biasa disebut dictary supplement adalah produk kesehatan yang mengandung satu jenis atau lebih zat-zat yang bersifat komponen gizi atau obat. Suplemen zat gizi terdiri dari vitamin, mineral, asam-asam amino, dan asam-asam lemak jenis tertentu. Padahal suplemen yang berdaya guna bagi tubuh adalah serat makanan. Suplemen seperti ini tidak berasal dari makanan kimiawi, namun dari tumbuhan alami. Serat makanan umumnya berasal dari serat buah-buahan dan sayur-sayuran, serta sedikit yang berasal dari biji-bijian maupun serecalia.



Delapan gaya manusia modern tersebut di atas, tidak hanya menyebabkan penyakit fisik, tetapi juga mental, karena stres. Penyebabnya berasal dari beragam permasalahan hidup yang mengimpit atau tuntutan hidup yang tak terpenuhi. Semua bentuk stres menebahkan peningkatan kebutuhan vitamin B2, B5, B6 serta vitamin C. Selain itu, polusi udara di jalan yang macet atau tempat tinggal yang kian gersang, juga menyebabkan peningkatan akan kebutuhan tubuh terhadap vitamin E. 

Segala bentuk kebutuhan vitamin dan gizi karena situasi dan kondisi kehidupan modern, tidak dapat dipenuhi secara utuh, karena manusia modern dengan gaya hidup seperti itu memang sudah menolak adanya gizi dan vitamin secara samar dan perlahan.

Tags

GRATIS BERLANGGANAN

Dengan berlangganan, kamu tidak akan ketinggalan postingan terbaru Kawaca setiap harinya.