News Kawaca TV
Tonton
wb_sunny

Breaking News

Buah Hatiku - Firman Fadilah

Buah Hatiku - Firman Fadilah

BUAH HATIKU
Cerita Mini oleh Firman Fadilah


Cukup sekali aku merasa kegagalan cinta
Tak kan terulang kedua kali di dalam hidupku
Ho… ho… ho… ya nasib ya nasib mengapa begini
Baru pertama bercinta sudah menderita

“Mah, kecilin musiknya, dong! Adik mau belajar nih,” teriakan melengking dari si buah hati kecilku.
“Oh, iya sayang. Maaf, ya?”

Entah mengapa musik ini yang menjadi favoritku. Musik yang selalu menemani pagi, siang, dan malam sebagai pengantar tidur. Lagu ini seperti mengalirkan emosi dan menumpahkan segala uneg-uneg yang setia membebani pikiranku. Tak kuasa aku menahan tangis di tengah musik yang indah melantun, ketika aku saksikan anak semata wayangku, sang penyemangat hidupku, bermain dan tertawa riang bersama teman-temannya. Aku adalah ibu yang gagal memberikan seluruh cinta kepadanya.

Anakku yang baru masuk sekolah dasar sering menanyakan ke mana bapaknya, dan aku selalu menjawab dengan jawaban yang sama, bapakmu kerja. Aku selalu berbohong di hadapan ratap matanya yang suci dan terkadang berlinang, menetes air mata membelah pipi merahnya, merengek minta digendong bapak. Mungkin suatu saat dia akan tahu kebenarannya.

Tepat enam tahun yang lalu, ketika anakku berusia tiga bulan dalam buaian, tak sengaja aku temukan foto wanita di saku celana lusuh milik suamiku. Aku tanyakan siapa ini, tetapi tanpa sepatah kata penjelasan darinya, Ia segera merebut dan pergi menyeruak pintu dengan keras. Aku selalu berpikir positif dan selalu ingat akan anak tercintaku yang selalu menebarkan semangat dalam diriku. Mungkin itu hanya foto yang tak sengaja Ia temukan di jalan saat mengantar penumpangnya. 

Gelagat aneh selalu menyelimuti wajahnya. Belakangan ini Ia selalu pulang malam. Aku tanyakan mengapa, Ia malah balik memarahiku,

“Kita butuh banyak uang untuk anak kita dan untuk masa depan kita!” bentaknya padaku. Itu pertama kalinya Ia membentak diriku. 

***

Pagi yang cerah memberikan semangat pada ibu-ibu rumahan sepertiku. Kukucek pakaian sang buah hati dan suamiku, berharap pakaian cepat kering dan aku segera beristirahat di depan layar televisi. Aku tak mahu ketinggalan acara gosip kesukaanku. Aku prihatin sekali melihat perceraian para artis papan atas yang masih seumur jagung. Aku berdoa agar malapetaka ini tak akan pernah terjadi dalam keluarga kecilku.

Layaknya burung, gosip dengan cepatnya mengangkasa. Kupingku panas mendengar cerita-cerita buruk tentang suamiku yang katanya telah menikah sirih dengan wanita lain. Aku tanyakan padanya tentang kebenaran gosip ini, tetapi Ia mengelak dan menggelengkan kebohongan yang tersirat jelas pada wajahnya. Aku paksa Ia mengaku hingga Ia terpojok. Namun, balasan yang kudapat adalah pukulan dan tamparan keras darinya, hingga mengalir darah segar dari mulutku. Duniaku hancur berkeping-keping. Cinta yang aku fikir akan menjadi pertama dan terakhir, ternyata meninggalkanku bersama buah hati yang sedang tertidur pulas. 

Dialah kini—si buah hati—harta satu-satunya yang aku punya. Selalu ada harapan yang kulihat dan masa depan yang cerah di balik manis senyumnya. Dialah alasan mengapa aku tetap tersenyum dan bernafas hingga detik ini. Kesedihanku sirna ketika kudekap dan kuhirup wangi samponya. Menyaksikannya tumbuh menjadi seorang anak solehah adalah cita-cita terbesarku karena aku tak mahu memulai langakah yang sama dan melihatnya menderita. Tak akan pernah aku sia-siakan dirimu, Nak. Aku akan terus melindungimu hingga akhir hayatku. 

Tanggamus, 12 Maret 2020

Tentang Penulis

Firman Fadilah, lelaki kelahiran tanah Lampung. Selain menulis, dia juga suka rebahan. Cita-citanya menjadi orang kaya. Beberapa karyanya banyak dimuat dalam berbagai media cetak dan daring, di antaranya dalam antologi puisi Luka (2020), antologi puisi Potret Kehidupan (2020), antologi Cinta Menjeda Beda (2020), antologi cerpen Pria Hujan (2020), dan KBM Soloraya. Kini tinggal di Lampung. Kontak : 0858-3212-9255, fadilahfirman651@gmail.com

Tags

GRATIS BERLANGGANAN

Dengan berlangganan, kamu tidak akan ketinggalan postingan terbaru Kawaca setiap harinya.