News Kawaca TV
Tonton
wb_sunny

Breaking News

Sinergi Motiva Indonesia Memotivasi Calon Penulis

Sinergi Motiva Indonesia Memotivasi Calon Penulis


"Bayangkan, Bung Karno yang hidup dalam tekanan penjara, mampu menulis dan tuangkan pemikirannya jadi buku. Kalian yang menulis dengan kopi terhidang di depan, mestinya lebih mudah lagi  berkarya," kata Murni kepada peserta pelatihan kepenulisan di sebuah kafe di bilangan Jl Dr Sam Ratulangi, Makassar, Minggu, 3 Februari 2019.

Menurut perempuan bernama lengkap Murnih Aisyah tersebut, dirinya bukan melatih orang menulis tapi memotivasi orang untuk menulis. Karena, katanya, rata-rata orang pernah menulis atau punya tulisan cuma tidak percaya diri untuk memublikasikannya.

Sardin Damis, S.Kom., C.Ht., CT.NNLP,  CEO Sinergi Motiva Indonesia, mengatakan bahwa kendala orang tidak memunculkan potensinya karena terlalu membandingkan kekurangannya dengan kelebihan orang lain. Karena itu, sebagai motivator pendidikan dan professional public speaker, Sardin menyarankan kepada mereka yang ikut pelatihan agar lebih mengeksplor dirinya dan lebih berani mengeluarkan ide secara kuantitas terlebih dahulu. Artinya, sebagai orang yang ingin berkecimpung di dunia tulis-menulis harus rutin menulis.

Sinergi Motiva Indonesia, setiap minggu mengadakan pelatihan dengan tema berbeda dan pembicara berbeda yang dimaksudkan untuk pengembangan diri. Pelatihan-pelatihan itu bisa berupa pelatihan kepenulisan, hipnosis mastery, power speaking, quantum miracle teaching dan lain- lain sesuai permintaan peserta. Murni yang sehari-hari sebagai pengajar di SMA Negeri 17 Makassar merupakan salah seorang trainer pada Lembaga Sinergi Motiva Indonesia tersebut.

Penulis novel "Pulang" itu banyak berbagi pengalaman dan memberikan contoh-contoh sederhana sehingga mudah dicerna peserta. Begitupun dengan metodologinya. Para peserta diminta menulis kata sebanyak mungkin dalam durasi tertentu, lalu kemudian dikelompokkan. Selanjutnya mereka merangkainya menjadi satu tulisan atau cerita. Begitu selesai, tulisan tersebut dibacakan dan didiskusikan.

"Apakah tulisan saya termasuk fiksi atau non fiksi?" Tanya seorang peserta ragu.

Murni, yang tercatat sebagai Sekretaris Asosiasi Guru Penulis Indonesia (AGUPENA) Wilayah Sulawesi Selatan itu, menguraikan perbedaan fiksi dan non fiksi termasuk pengembangan ide yang sudah dibuat. Ia juga memberikan tips menulis, dengan menekankan pentingnya membaca kembali tulisan yang sudah dibuat. Nanti setelah itu baru dilakukan proses koreksi dan editing.

"Ketika menulis, tulis saja apa yang ada di kepala, biar lancar.Jangan dibaca per kalimat, tapi tulis saja hingga selesai," kata Murni memotivasi.

Peserta pelatihan ini terdiri dari pelajar, guru, mahasiawa yang baru tamat kuliah, dosen dan karyawan. Rafli, pelajar kelas 2 SMA 17 Makassar, merasakan manfaat pelatihan karena memberi semangat baginya untuk berbagi pemikiran.

"Biar cerita yang mungkin dianggap kurang penting, ternyata bisa dijadikan tulisan," katanya.

Senada dengan itu, Uchy, juga mengaku lebih pede setelah diberi motivasi. Selama ini, siswi kelas 1 SMA itu hanya memposting tulisannya di instagram dan website pribadinya seputar kisah romansa dan pengalaman dirinya.

Pemanfaatan medsos untuk publikasi tulisan juga dilakukan oleh Ramlan Arifin, S.Pd, M.Pd. Asisten dosen pada  Fakuktas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Negeri Makassar (UNM), mengaku tertarik menulis sejak mengenyam pendidikan strata satu.

"Tulisan saya masih apa adanya, sederhana dan kurang kosakata," ungkap penyuka bacaan bertema sosial tersebut.

Kendala kurang percaya diri juga menghinggapi Nurwafiah. Itulah mengapa perempuan yang bekerja sebagai pramuniaga ini ikut pelatihan untuk menambah wawasannya. Menurut Nurwafiah, menulis adalah aktivitas menyenangkan karena bisa menuangkan imajinasi. Apalagi jika ada orang yang termotivasi karena tulisannya.

"Harapan saya, kalau orang baca buku saya, bisa jadi motivasi," kata perempuan 28 tahun yang sedang mempersiapkan novel pertamanya itu.

Di pengujung pelatihan peserta menyepakati untuk membuat tulisan bertema keberagaman yang nanti akan dibukukan.(*)

Tags

GRATIS BERLANGGANAN

Dengan berlangganan, kamu tidak akan ketinggalan postingan terbaru Kawaca setiap harinya.