News Kawaca TV
Tonton
wb_sunny

Breaking News

Kerancuan Definisi Esai di Wikipedia dan KBBI - Maman S. Mahayana

Kerancuan Definisi Esai di Wikipedia dan KBBI - Maman S. Mahayana

OLEH Maman S. Mahayana

Kerancuan Definisi Esai di Wikipedia dan KBBI

KAWACA.COM | Menulis esai atau artikel ilmiah populer atau artikel ilmiah atau artikel doang, substansinya sama: menulis! Apakah yang kita tulis itu berjenis kelamin deskripsi, narasi, eksposisi atau argumentasi, hakikatnya juga sama: menulis. Jadi, bagi saya, menulis esai atau artikel yang berjenis kelamin macam-macam itu, mustahil dapat tercapai jika ia tidak melakukan tindak menulis. Perkara ragam dan jenis kelaminnya, biarlah nanti kita tentukan. Dengan perkataan lain, menulis untuk tahap awal ini, tak perlu didahului oleh teori-teori atau definisi, termasuklah di dalamnya teori atau definisi tentang esai. Tidak percaya? Mari kita buktikan.

Kita coba mengawali menulis esai ini dengan teori dan definisi. Dalam konteks ini, saya mengutip definisi dari Wikipedia dan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)— daring: Menurut Wikipedia, esai adalah suatu tulisan yang menggambarkan opini penulis tentang subjek tertentu. Ini definisi yang sangat umum, sebab artikel atau resensi atau tajuk rencana atau bahkan juga komentar atas tulisan orang lain, semuanya bisa merupakan opini penulis tentang subjek tertentu. Definisi yang tidak terlalu cermat disampaikan KBBI—daring. Begini definisinya: esai adalah karangan prosa yang membahas suatu masalah secara sepintas lalu dari sudut pandang pribadi penulisnya.

Bagaimana jika di sana tidak ada pembahasan apa pun, kecuali sekadar memaparkan sesuatu (hal, masalah, benda atau objek tertentu)? Bagaimana mungkin menulis sesuatu tidak dari sudut pandang pribadi penulisnya? Artikel tentang bla … bla… yang disampaikan penulis lain, misalnya, tokh pada akhirnya ditulis kembali berdasarkan sudut pandang penulisnya yang kemudian. Dalam perkara ini, bagi saya, substansi esai itu adalah kerenyahan, keringanan, dan kenikmatan membacanya tanpa harus berkerut kening. Nah, yang jauh lebih penting dalam menulis esai jadinya bukanlah menderetkan definisi-definisi dengan jenis-jenis kelaminnya, melainkan bagaimana penyajian tulisan itu terasa ringan bagai kapas, renyah macam kerupuk, mengalir cair, tetapi tetap membuat pembacanya jadi ngeh! Jadi, definisinya begini: esai adalah karangan yang ringan, renyah, mengalir, dan membuat pembacanya ngeh, sadar: Oh, iya juga ya!

Masih menurut Wikipedia, konten atau isi esai itu mesti memuat tiga hal: (1) pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi subjek bahasandan pengantar tentang subjek yang akan dinilai oleh si penulis tersebut; (2) tubuh esai menyajikan seluruh informasi tentang subjek, dan (3) sebagai bagian akhir yang memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai atau menambahkan beberapa observasi tentang subjek yang dinilai oleh si penulis.

Pertanyaannya: bagaimana jika tulisan itu dimulai dari kesimpulan? Bagaimana jika pendahuluan itu sekaligus juga merupakan tubuh esai? Bagaimana pula jika tubuh esai itu cuma menyajikan sebagian informasi tentang subjek? Ringkasnya: bagaimana jika kita melakukan penyimpangan dari apa yang disampaikan Wikipedia? Apakah ia kemudian menjelma esai yang haram? Jika kita melakukan tindak keluar dari kerangkeng itu, apakah termasuk dosa besar?

____
Dikutip dari: "Memasabodohkan Teori", Maman S. Mahayana, Esai Pengantar Program Penulisan Esai, Mastera (Majelis Asia Tenggara), Bandung, Lembang, 19—25 Agustus 2019.

Tags

GRATIS BERLANGGANAN

Dengan berlangganan, kamu tidak akan ketinggalan postingan terbaru Kawaca setiap harinya.