News Kawaca TV
Tonton
wb_sunny

Breaking News

Untuk Siapa Puisimu?

Untuk Siapa Puisimu?

oleh Sugiono MP

#KAWACA.COM -Untuk apa kau menulis puisi? Pertanyaan itu sering saya ajukan kepada pemuisi maya di facebook. Pada umumnya mereka enggan, atau tidak mau (bukannya tidak mampu) menjawab. Satu dua orang menjawab seadanya. Tidak mendasar. Tak apa-apalah. Sebab, jawaban yang tertib memerlukan aktivitas pikir, sarat logika. Sedang puisi itu tertib harmoni kosa kata, keselarasan diksi, luapan rasa, imaji yang beremosi. Ada perbedaan antara tertib pikir dan tertib rasa, walau saling melengkapi dan membentuk keselarasan serta kedewasaan jiwa. WS Rendra dan Ajip Rosidi misalnya, mampu menjawab pertanyaan itu secara baik ketika mereka masih remaja.


Akan tetapi, jika pertanyaannya diubah, untuk siapa kamu menulis puisi, mungkin jawabnya lebih mudah. Ada yang bilang buat diri sendiri, kekasih, keluarga, anak-anak, komunitas lingkungan peminat sastra, atau publik secara umum. Jika dirinci, publik umum pun terdiri dari aneka-kelas usia. Ada peminat berusia kanak-kanak, remaja, pemuda, dewasa, manula, dan selanjutnya. Setiap kelompok usia mepunyai citarasa yang tidak sama karena pengalaman batin yang diperoleh dari perjalanan hidup yang berbeda.

Puisi untuk anak-anak pun perlu, juga penting. Dan, tidak berarti mudah menuliskannya. Harus memahami kejiwaan usia bocah. ‘Saya Dokter Kecil’ karya penyair romantis Handrawan Nadesul yang dokter, dinobatkan sebagai buku utama 1983. Sedangkan kalangan remaja dan pemuda tergolong tiras terbesar pecinta buku sastra, juga puisi. Kalangan ini (usia 18-32) mendominasi face book. Survey Maret 2016 mendapatkan angka 82 juta pengguna fb di Indonesia, merupakan urutan keempat dunia setelah AS, India, Brasil.

Jujur, postingan saya menyasar ke pangsa muda itu. Mereka yang akan mengenggam masa depan. Perlu wawasan, pemikiran, dan emosi yang lebih matang dan cerdas. Itu agar bangsa ini mencapai kemajuan. Lalu untuk pangsa yang manakah tulisanmu? Puisimu? Salam kawula muda warga sastra maya.

Bogor, 210218





Sugiono MP/Mpp adalah wartawan, penulis biografi, memori, dan histori yang lahir di Surabaya, 9 Desember 1953. Sempat meraih Hadiah Junarlistik Adinegoro untuk metropolitan (1984) dan Penulis Pariwisata Terbaik (1984). Bukunya yang sudah terbit: Belajar dan Berjuang (1985), Srikandi Nasional dari Tanah Rencong (1987), Sang Demokrat Hamengku Buwono IX (1989), Jihad Akbar di Medan Area (ghost writer, 1990), Menjelajah Serambi Mekah (1991), Ketika Pala Mulai Berbunga (ghost writer, 1992), Melati Bangsa, Rangkuman Wacana Kepergian Ibu Tien Soeharto (1996, Persembahan Wiranto),  Pancaran Rahmat dari Arun (1997), Biografi Seorang Guru di Aceh (2004, biografi Prof. DR. Syamsuddin Mahmud), Anak Laut (2005, biografi Tjuk Sukardiman), Selamat Jalan Pak Harto (2008), Pengabdi Kemanusiaan (2010), dan Aceh dalam Lintasan Sejarah 1940-200 (2014).  


Dia pernah bekerja di beberapa penerbitan, antara lain: Sinar Harapan (s/d 1984), Majalah Sarinah (1984-1988), Majalah Bridge Indonesia (1990-1995), Harian Ekonomi Bisnis Indonesia (1996), dan Komunikasi (1998). Kini dia sebagai Pemimpin Redaksi majalah online NEOKULTUR. 

Tags

GRATIS BERLANGGANAN

Dengan berlangganan, kamu tidak akan ketinggalan postingan terbaru Kawaca setiap harinya.