News Kawaca TV
Tonton
wb_sunny

Breaking News

Puisi Pilihan A. Machyoedin Hamamsoeri

Puisi Pilihan A. Machyoedin Hamamsoeri


KAWACA.COM | A. MACHYOEDIN HAMAMSOERI, Lahir di Jakarta 17 Juli. Sebenarnya kecintaannya pada khususnya sajak Tahun 1977 dan 1982 pernah memenangi Lomba Cipta Puisi di Radio Trisakti. Bersama Irawan Sandhya Wiraatmaja dan Achdiat Ibrahim mendirikan komunitas sastra "Sri Anggur" yang masih eksis sampai kini. 


Karya-karyanya telah terbit di sejumlah media, dan buku bersama Sketsa Sastra Indonesia, Aku Pergi Ketika Segalanya Pulang (Penerbit Kaifa, 2017), Penyair Nusantara (Penerbit SSAN, 2017), Balada Tak Habis Di Makan Api (Penerbit Genoa, 2017), Antologi FAM, 2018 (Puisi yang bertema: Perempuan), Dari Negeri Bahari (199 Penyair dari Negeri Poci 8). Namanya dimuat dalam buku: Apa & Siapa Penyair Indonesia yang diterbitkan oleh Yayasan Hari Puisi Indonesia, tahun 2017. 


Pernah menjadi pemenang ke II untuk puisinya "Sajak Duka 3" (Kaifa Publishing 2016), Pemenang ke V untuk puisinya "Di Jakarta Malam Tinggal Sedikit" (Penerbit SSAN). Buku kumpulan puisinya yang terbit, Waktu Mendering di Pembaringan (Kaifa Publishing, 2017), Sajak Tentang Bawang (Kaifa Publishing, 2017), dan Sajak-Sajak Angin (KKK, 2018)Saat ini bermukim di kota Tangerang.


DI LUAR JENDELA


Di luar jendela

Diam-diam angin
Menyebut
Pada gaibnya musim
Yang sembunyi di balik
namamu
misteri malam
Keheningan
Dan dingin menyelinap
Ke rimbun daun-daun bambu
Mencari sisa-sisa dari percakapan
yang belum usai
Ketika tiba-tiba
Terdengar ketukan di jendela
Angin mengantar pesan dari musim
Tentang sesuatu yang pernah kau temui
dalam mimpi-mu!

Sri Anggur, Maret 2018


KALAU, TAK ANGIN


Kalau

Tak angin, siapa lagi
Membawa mimpimu, hinggap di daun
Kalau
angin, siapa lagi
Yang membelai keringat dan lukamu!
Kalau
Tak angin, siapa lagi
Menghembus asap rokokmu
Bergulung-gulung, menjadi kata-kata
Bersayap di puisimu!

Sri Anggur, Januari 2018




LEWAT TANGAN ANGIN


Lewat tangan angin

Aku bagai ingin mengurai
Sebuah wajah
Yang masih menyimpan gumam musim
tua dan berkeriput
Guratan garis di bawah mata
Menyiratkan masa silam
Yang berjalan dalam lipatan waktu
Yang terus
berputar, membawa sebuah petualangan
Di tengah ombak kehidupan dan desir angin
Yang membelai daun-daun dan mekar bunga-bunga
Adalah kecintaan-mu, yang melahirkan senyum
kenangan!

Sri Anggur, Januari 2018



ANGIN APA ITU?


Angin apa itu?

Yang ada di perut bunda
Mengetuk dinding waktu sunyi
Dan denyut jantung memanggil-manggil
sebuah nama
Angin apa itu?
Yang ada di perut bunda
Ketika gemetar napas dan tangisan lepas
Sebuah kehidupan menetas
Bersama kata-kata dan tawa!

Sri Anggur, Desember 2017


MUNGKIN PINTU ITU


Mungkin pintu itu

Terbuka oleh angin nakal
Yang berkejaran dengan waktu
Musim membuka tubuhnya
Dan angin menyelinap diam-diam
Tanpa suara, tanpa kata-kata
dingin
Tak ada kecemasan yang harus dipikirkan
Dan jemari hari, mengusap lelah seseorang
Cuaca terasa
Yang tengah duduk, di ranjang kehidupan
Menanti angin yang datang bersama rindu
dan kenangan
Mungkin pintu itu
Terbuka oleh angin nakal
Yang bersenandung, serupa burung-burung
Yang menjelma dari mimpi
masa silam!

Sri Anggur, November 2017

Tags

GRATIS BERLANGGANAN

Dengan berlangganan, kamu tidak akan ketinggalan postingan terbaru Kawaca setiap harinya.