Live KAWACA TV
Tonton
wb_sunny

Kata Sambutan Buku Kaidah Puisi dan Akidah Kepenyairan Sofyan RH. Zaid

Kata Sambutan Buku Kaidah Puisi dan Akidah Kepenyairan Sofyan RH. Zaid

Sofyan RH. Zaid & Ikhtiar Menjaga Marwah Puisi 

Buku Kaidah Puisi dan Akidah Kepenyairan Sofyan RH. Zaid

Riri Satria

(Ketua Jagat Sastra Milenia, Pemimpin Umum SASTRAMEDIA.COM, pencinta puisi, praktisi, akademisi, serta peneliti ekonomi digital)

 

Saya masih ingat sekitar pertengahan tahun 2016, saya bersama beberapa sahabat penyair sedang menikmati kopi dan menghabiskan sore di sebuah warung dalam kawasan Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Saat itu, ada satu orang yang belum saya kenal, wajahnya mirip dengan Ari Lasso mantan vokalis grup band Dewa 19.

Sekali-sekali orang ini memberikan pendapatnya dalam diskusi ringan yang terjadi dan kadang melontarkan celetukan yang jenaka. Namun saya perhatikan, pendapat-pendapat yang dia sampaikan itu memiliki dasar logika yang kuat serta argumen rasional. Kemudian kami berkenalan, dia menyebut namanya Sofyan, dan di dunia kepenyairan dikenal dengan nama Sofyan RH. Zaid, atau akrab dipanggil Syekh.

Belakangan saya tahu bahwa Sofyan memiliki latar belakang pendidikan filsafat. Pantas dia memiliki dasar logika yang kuat dan paham sekali beberapa hal yang mendasar atau philosophical foundations dari berbagai hal. Sebagai orang yang juga sedikit memahami filsafat ilmu pengetahuan, saya pun tak butuh waktu lama untuk bisa nyambung dengan pemikirannya. Saya masih ingat obrolan kami pertama, yaitu tentang logika proposisi yang banyak dipergunakan dalam ranah ilmu komputer atau computer science yang saya tekuni, bahkan menjadi dasar untuk menyusun algoritma.

Singkat cerita, saya semakin mengenal Sofyan walau tidak sering bertemu. Selanjutnya, topik pertemuan saya dengan Sofyan tidak hanya diskusi seputar filsafat dan puisi, melainkan juga terhadap pengelolaan komunitas sastra, serta puisi di masyarakat. Pada tahun 2016, saya dikirimi buku kumpulan puisinya yang pertama berjudul Pagar Kenabian secara gratis sebagai kado. Buku yang masuk nominasi Anugerah Hari Puisi Indonesia tahun 2015.

Saya suka gaya Sofyan dalam mengulas puisi. Dia menggunakan pendekatan dan bahasa yang mudah dicerna, tanpa mengurangi bobot dan ketajaman analisisnya. Pada pertengahan tahun 2019, saya mengundangnya untuk menjadi salah satu pembicara pada acara diskusi dan peluncuran buku kumpulan puisi saya yang berjudul Siluet, Senja, dan Jingga. Sofyan memberikan banyak kritik dan masukan terhadap buku tersebut dengan cara yang sangat halus, dan saya paham. Setelah itu, saya beberapa kali terlibat diskusi tentang puisi bersama Sofyan dan menambah pengetahuan saya tentang dunia perpuisian dan kepenyairan.

Sejak itu, saya memahami bahwa Sofyan memiliki misi pribadi untuk dunia perpuisian, di mana dia ingin ikut serta menjaga marwah puisi di Indonesia. Ini dilakukan dengan cara memberikan masukan, kritik, diskusi, dan sebagainya. Bahkan Sofyan juga pernah membagikan tulisan di media sosial –terutama Facebook– tentang bagaimana puisi yang baik. Semakin lama tulisan itu semakin bertambah, sehingga menjadi cikal-bakal lahirnya buku ini. Saya membaca beberapa tulisan dalam buku ini sejak tahun 2017 di Facebook, artinya buku ini sudah dipersiapkan sejak lima tahun yang lalu.

Pada tahun 2020, saya terlibat dalam sebuah diskusi yang mendalam dengan Sofyan, yaitu sebuah gagasan untuk membentuk komunitas sastra yang tidak besar atau sedikit pengelolanya, tidak eksklusif, terbuka alias inklusif, mengutamakan kualitas dan sebagai rumah belajar. Diskusi inilah yang menjadi cikal-bakal dibentuknya komunitas Jagat Sastra Milenia atau JSM.

Akhirnya, JSM berdiri pada tanggal 10 Oktober 2020 dan Sofyan saya minta untuk ikut serta mengelola sebagai pihak yang menjaga marwah puisi dan karya sastra lainnya melalui quality control serta pelatihan kepenulisan. Saya juga meminta Sofyan untuk membuat sebuah media sastra yang memuat karya dengan terjaga kualitasnya.

Selain itu, juga dapat mengapresiasi para penulisnya dengan imbalan secukupnya. Setelah melalui diskusi persiapan dengan melibatkan penyair Emi Suy yang juga pengurus JSM, maka tanggal 10 Oktober 2021 berdirilah sastramedia.com dengan Sofyan sebagai Pemimpin Redaksi, Emi sebagai Sekretaris, dan saya sebagai Pemimpin Umum, di mana kami bertiga sekaligus merangkap sebagai redaktur.

Lagi-lagi saya meminta Sofyan untuk berperan sebagai penjaga marwah puisi. Pada bulan Januari 2021, saya memintanya agar mengadakan pelatihan menulis puisi yang pertama untuk JSM dan berjalan dengan baik. Saat itulah saya mengetahui bahwa ternyata Sofyan sudah memiliki sejumlah esai yang bisa diterbitkan menjadi buku tentang bagaimana menulis puisi yang baik. Namun saat itu Sofyan masih ragu untuk menerbitkannya karena masih banyak yang harus diperbaiki dan ditambahkan materinya.

Saya mengatakan kepadanya bahwa jika buku ini terbit dan dibaca oleh banyak orang, maka misinya untuk ikut serta menjaga marwah puisi di Indonesia dapat dilaksanakan dengan baik. Sofyan ikut memberikan pencerahan tentang puisi yang baik kepada masyarakat Indonesia yang membaca buku tersebut. Alhamdulillah, akhirnya buku ini terbit juga pada bulan Agustus 2022. Selamat kepada Sofyan RH. Zaid atas terbitnya buku ini, semoga ikut memberikan pencerahan mengenai dunia perpuisian dan kepenyairan di Indonesia.

Saat ini, Sofyan menjadi salah satu wingman saya dalam mengelola JSM dan sastramedia.com dengan cara melakukan evaluasi terhadap setiap tulisan yang masuk dan didukung oleh Emi Suy. Sementara itu, saya banyak berperan dalam manajemen pengelolaan keduanya, serta sesekali memberikan advice pada sejumlah tulisan yang masuk untuk sastramedia.com.

Begitulah sosok Sofyan RH. Zaid yang saya kenal dengan misi pribadinya yang ingin ikut serta menjaga marwah perpuisian dan kepenyairan di Indonesia. Saya merasa beruntung dengan keberadaannya di JSM dan sastramedia.com sebagai quality control dan pengelola edukasi. Buku ini tentu sangat bermakna bagi Sofyan sebagai salah satu ikhtiarnya dalam menjaga marwah tersebut.

Sekali lagi, selamat untuk Sofyan RH. Zaid.atas bukunya Kaidah Puisi & Akidah Kepenyairan.

Cibubur, 10 Agustus 2022

Tags

GRATIS BERLANGGANAN

Dengan berlangganan, kamu tidak akan ketinggalan postingan terbaru Kawaca setiap harinya.